JUST TRYING TO COLLECT INFORMATION of ZION-CYBERCRIME-FREE EBOOKS

Mencuci Hati

In ARTIKEL POLRI on July 19, 2010 at 3:22 am

Sungguh, kekikiran memilikir 1.000 macam logika untuk legitimasi pada para pelakunya. Mereka memberikan alasan, dalih, bahkan dalil yang sempurna agar kekikiran nampak menjadi efisiensi, atau efektivitas bahkan atas nama produktivitas. Dia akan memberikan rangkaian penjelasan, dari yang masuk akal sampai alasan yang super canggih dan tak terbayangkan. Dan sering kali, kita mengikutinya.

Padahal kekikiran yang ditaati disebut oleh Allah SWT sebagai salah satu sebab yang membinasakan manusia itu sendiri. Kada kita melakukan kekikiran dengan alasan menjaga kelangsungan suatu rencana demi sebuah kehidupan. Tapi, Allah juga telah menegaskan bahwa orang-orang yang kikir sama sekali bukan golongan yang beruntung.

” Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS At Taghaabun: 16)

Logika kita mengatakan, kekikiran akan memberi keuntungan. Sementara Allah menetapkan, bahwa orang-orang yang kikir bukanlah golongan yang beruntung. Dan tentu saja, Maha Sempurna Allah dengan segala firman-Nya.

Ada sebuah kisah, tentang sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Suatu ketika, seorang laki-laki datang dan memasuki kota Madinah. Dia menemui ada seorang laki-laki lain yang dikerumuni orang banyak. ”Siapa orang itu?” tanya sang pendatang.

”Dia Abu Hurairah,” jawab orang-orang.

Lalu laki-laki yang kelak didalam riwayat diketahui bernama Sufyan ini, mendekat, duduk dan memperhatikan setiap kata yang disampaikan oleh Abu Hurairah. Setelah orang banyak, satu per satu pergi, Sufyan mendekati Abu Hurairah dan berkata, ”Aku memohon kepadamu dengan nama Allah, dengan sungguh-sungguh dan sungguh-sungguh, untuk sebuah hadits yang engkau dengar sendiri dari Rasulullah dan engkau memahaminya.”

”Aku akan melakukannya. Aku benar-benar akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepadaku dan akupun mengerti tentang yang disampaikan oleh beliau,” jawab Abu Hurairah.

Tapi setelah itu, Abu Hurairah menangis pilu, tersedu-sedu, terisak-isak dan tak sangguh berkata sepatah pun tentang hadits yang pernah di dengarnya dari Rasulullah. Agak lama Abu Hurairah dalam keadaan yang demikian, sampai ia terdiam dan mulai bicara.

”Aku benar-benar akan menyampaikan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepadaku. Saat itu aku dan beliau berada di dalam rumah, dan disini tidak ada orang lain selain aku dan beliau,” ujar Abu Hurairah.

Tapi setelah itu, Abu Hurairah terisak-isak dengan hebat untuk sekali lagi. Pundaknya berguncang-guncang menahan tangis. Air matanya meleleh. Lalu Abu Hurairah terdiam, mengusap wajahnya yang basah dan melanjutkan kalimatnya.

”Benar-benar aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadits yang disampaikan langsung oleh Rasulullah saw kepadaku. Aku dan beliau berada di dalam ruma dan di sini tidak ada orang lain selain aku dan beliau,” kata Abu Hurairah.

Dan yang terjadi setelah kalimat itu adalah, Abu Hurairah kembali menangis. Ia menundukkan wajahnya untuk sekian lama, mencoba untuk mengendalikan diri dan menahan rindunya pada manusia mulia yang menjadi kekasihnya. Dan setelah mampu menguasai, Abu Hurairah berkata mengulang sabda Rasulullah tercinta, ”Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak akan turun menemui hamba-hambanya. Dan semua orang berdiri dengan lututnya. Kemudian orang pertama yang dipanggil adalah orang yang hafal al Qur’an, kemudian orang yang gugur di jalan Allah, lalu orang-orang yang memiliki banyak harta.”

Kepada mereka yang hafal al Qur’an, Allah bertanya, ”Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu tentang apa yang Aku turunkan kepada utusan-Ku?”

”Ya, benar,” jawab yang ditanya.

”Apa yang telah kamu amalkan dari ilmumu itu?” tanya Allah.

”Aku menggunakannya untuk shalat di tengah malam dan siang hari,” jawabnya.

”Kamu bohong!” Allah berfirman. Dan para malaikat mengulanginya dengan tegas. ”Kamu bohong!”

Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman, ”Kamu ingin disebut Qari, dan kamu sudah mendapatkan sebutan itu.”

Setelah itu, orang-orang yang gugur di jalan Allah didatangkan untuk menghadap. ”Dalam rangka apa kamu terbunuh?” Allah bertanya dalam firmannya kepada mereka yang gugur di jalan Allah.

Lalu mereka memberikan jawaban, ”Engkau memerintahkan kami berjihad di jalan-Mu dan kami berperang lalu terbunuh.”

”Kamu bohong!” Allah berfirman. Dan para malaikat mengulanginya dengan tegas. ”Kamu bohong!”

Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman, ”Kamu hanya ingin disebut pemberani, dan kamu sudah mendapatkan hal itu.”

Kini giliran orang-orang yang banyak harta dipanggil. Allah berfirman kepada mereka, ”Bukankah Aku telah memberi kekayaan yang sangat banyak kepadamu sehingga Aku tidak membiarkanmu membutuhkan orang lain?”

”Ya, benar,” jawab orang-orang dengan banyak harta.

”Lalu apa yang kamu perbuat dengan harta yang telah Kuberikan kepadamu?” Allah bertanya dalan firman-Nya kepada orang-orang yang memiliki harta melimpah.

”Aku bersilaturahim dan bersedekah,” kata mereka.

”Kamu bohong!” Allah berfirman. Dan para malaikat mengulanginya dengan tegas. ”Kamu bohong!”

Kemudian di akhir hadits, Abu Hurairah mengulang sabda Rasulullah. ”Kemudian Rasulullah saw menepuk lututku dan bersabda: Hai Abu Hurairah, tiga orang itulah makhluk pertama yang akan digunakan untuk menyalakan api neraka di hari kiamat kelak.” (hadits diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan al Hakim)

Pada hari-hari seperti ini, hadits ini perlu betul kita renungi dan ditancapkan lebih dalam lagi pada relung hati. Di saat Gaza masih memerlukan bantuan, begitu juga wilayah Palestina yang lainnya. Banyak dari kaum Muslimin menyerahkan harta yang diusahakan dan membuang penyakit kikir yang menggelayuti, semoga Allah menganugerahi keikhlasan di dalam hati. Dan keikhlasan bukanlah seperti hujan yang turun dari langit, tapi perlu kita usahakan dengan sangat keras, tanpa lelah, untuk memastikan bahwa setiap usaha yang kita lakukan hanya demi Allah semata.

Pada hari-hari seperti ini, hadits ini perlu betul kita renungi dan ditancapkan lebih dalam lagi pada relung hati. Ketika kapal Mavi Marmara diserbu tentara-tentara Zionis yang durjana, yang mengakibatkan para pejuang meninggal dunia dan terluka serta ditawan oleh musuh kemanusiaan terbesar abad ini, gelombang heroisme bangkit di seluruh dunia. Orang yang mendaftar untuk diberangkat ke Gaza, berlipat-lipat kuadrat jumlahnya. Dalam gegap gempita seperti ini, ada baiknya di malam-malam yang sepi, di tengah rukuk dan sujud kita pada Rabbul Izzati, pelan-pelan kita mencuci niat sekali lagi. Kita tidak berangkat atas nama keberanian, kita tidak berangkat atas nama gelombang besar kepahlawanan, bahkan kita tidak saja berangkat atas nama kemanusiaan. Kita harus berangkat karena iman, karena pembuktian sebagai ikhwan, sebagai saudara, kita harus berangkat karena kebenaran.

Pada hari-hari seperti ini, hadits ini perlu betul kita renungi dan ditancapkan lebih dalam lagi pada relung hati. Ketika di dalam forum-forum terhormat ayat-ayat Allah diserukan. Pada majelis-majelis, ayat-ayat Allah dilantunkan. Semoga Allah mencatat kita sebagai orang-orang yang membacanya karena iman, karena Islam, karena kebenaran. Bukan karena yang lain. Agar kelak para malaikat menjadi saksi dan mengatakan bahwa kita adalah golongan yang benar.

Allahuma ya Allah, karuniakan lisan yang tajam, hati yang bersih, dan akal yang cemerlang pada para Qari yang melantunkan firman-Mu.

Allahuma ya Allah, berikanlah harta yang halal, penuh berkah, serta hati yang lapang pada para dermawan untuk berinfak di jalan-Mu dan hanya karena-Mu.

Allahuma ya Allah, tanamkanlah keberanian yang hakiki, pada para pejuang-Mu demi menegakkan kalimat-Mu dan membela kebenaran. Tidak untuk yang lain, dan tidak pula karena yang lain. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: