JUST TRYING TO COLLECT INFORMATION of ZION-CYBERCRIME-FREE EBOOKS

‘Polisi Minim Pengetahuan Deteksi Software’

In CYBERCRIME NEWS on April 26, 2009 at 2:42 pm

Kamis, 16/04/2009 17:32 WIB 

software-bajakan-pc285Jakarta – Koordinator Administrasi Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (PPHKI) Ansori Sinungan, mengakui aparat kepolisian masih minim pengetahuan untuk mendeteksi piranti lunak (software) berlisensi. Sejauh ini, polisi baru bisa mendeteksi produk bajakan dalam bentuk VCD film dan lagu.

“Polisi baru mampu mengetahui produk bajakan dalam bentuk film dan lagu. Tapi, sebagian polisi memang sudah mendapatkan training tentang software berlisensi,” ujarnya saat briefingmedia sebelum kunjungan Kampanye Nasional Hak Kekayaan Intelektual di tiga perusahaan di Batam, Kamis (16/4/2009).

Ansori yang juga Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Ditjen HKI Departemen Hukum dan HAM, mengharapkan kepada aparat kepolisian di Indonesia untuk berperan aktif menindaklanjuti kerja Timnas HKI. Meski aparat hukum masih minim pengetahuan tentangsoftware asli.   

“Silahkan wartawan tulis jika polisi tidak melakukan follow-up kasus-kasus pembajakan. Polisi diharapkan bekerja, karena Kapolri sendiri masuk di dalam Timnas HKI,” tegasnya.

Perwakilan Business Software Allience (BSA) Indonesia Donny A. Sheyoputra secara tegas mengatakan, memang banyak aparat kepolisian yang belum bisa membedakan antarasoftware asli dengan bajakan. “Belum semua aparat memiliki keahlian tentang softwarebajakan. Saya harus jujur keahlian aparat polisi masih terbatas,” imbuhnya.

Akibat pengetahuan polisi yang terbatas, lanjut Donny, banyak masyarakat resah pada saat polisi melakukan razia. BSA pun menyambut antusiasme kepolisian dalam upaya penegakan hukum piranti lunak bajakan, namun aparat penegak hukum juga harus mengerti software.   

Jakarta masih berada di peringkat pertama terkait pemakaian produk piranti lunak bajakan. Batam sendiri, masuk kategori peringkat sepuluh secara nasional. 

Sementara itu, dalam lawatan ke Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (Otorita Batam), Staf Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi Otorita Batam Sandi mengatakan belum seluruh komputer di badan nasional itu menggunakan piranti lunak legal.

“Belum semua komputer, tapi kami sudah miliki lisensi semua program,” ujar Sandi. Ia mengatakan dana menjadi kendala pengadaan piranti lunak. OB sendiri memiliki 602 komputer. Selain ke OB, Timnas HKI juga berkunjung ke PT Ninda Pratama.

  1. halo mas, boleh tau artikel ‘Polisi Minim Pengetahuan Deteksi Software’ dikutip dari mana gk ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: