JUST TRYING TO COLLECT INFORMATION of ZION-CYBERCRIME-FREE EBOOKS

Teknologi Biometrik Lacak Pelaku Kriminal

In ARTIKEL CYBERCRIME on April 23, 2009 at 6:26 pm

Senin, 25-August-2008, 15:37:45

AKSI kejahatan yang menggunakan teknologi komunikasi modern sukar dijerat hukum positif di Indonesia. Kesukaran ini berkaitan dengan kesulitan mengungkapkan pembuktian hukumnya.

“Menurut teori kejahatan, upaya pencegahan aksi kejahatan yang menggunakan teknologi komunkasi modern memang sangat sulit,” ujar pengamat Hukum Pidana Fakultas Hukum Unud I Dewa Nyoman Sekar, S.H, M.M, M.Hum. dalam Diskusi Terbatas Koran Tokoh dan Telkomsel. 

Pakar hukum pidana ini menekankan, pembuktian hukum amat penting dalam menemukan tersangka pelaku tindak pidana, termasuk tersangka pelaku aksi cybercrime. Rujukannya terdapat dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 

Pasal pembuktian ini mengatur tentang lima alat bukti dalam proses penegakan hukum pidana di Indonesia, yaitu saksi, ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. 

Kenyataannya, pelaku cybercrime memang sulit dijerat aturan hukum pidana positif. Ini dibutkikan melalui hasil penelitian mahasiswa FH Unud. Berdasarkan riset mahasiswa, menurut pria kelahiran Gianyar 25 Mei 1948, ini, polisi dipastikan kesulitan menemukan tersangka pelaku kejahatan yang berhubungan dengan teknologi komunikasi dunia maya. Bahkan hal itu tak terjangkau hukum positif kita. 

Jenis kejahatan yang proses pembuktiannya menggunakan teknologi canggih sudah mulai populer digunakan aparat penegak hukum. Proses penyelidikan dan penyidikannya menggunakan teknologi biometrik. 

”Hasil penelitian mahasiswa saya menyebutkan, untuk membuktikan sangkaan terjadinya kasus cybercrime polisi melakukan penyidikan dan penyelidikan memakai identifikasi biometrik,” jelas suami IGA Sumiathei ini. 

Ada beberapa kasus yang dicontohkan menggunakan identifikasi biometrik, yaitu penemuan sidik jari tersangka pelaku pembunuhan mutilasi, pengungkapan kasus korupsi melalui alat sadap telepon, termasuk proses pengungkapan tersangka kasus bom Bali. 

“Identifikasi biometrik dipakai jika terjadi kesulitan menemukan tersangka, sifatnya sangat maya, tidak terjangkau hukum yang ada,” tambah ayah tiga anak, I Dw. Ayu Sri Yudhari, I Dw. Gde Putra Yudhara, dan I Dw. Gde Dana Sugama, ini. 

Menurut Dewa Sekar, walau tergolong lamban proses pengungkapan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, tetapi teknologi biometrik akhirnya dapat mengungkapkan siapa tersangkanya. “Ada alat bukti berupa hard disk, hard disk cloning, dan hard copy. Tanpa minimal dua alat bukti polisi sulit melakukan tindak lanjut proses penyidikan,” kata mantan penasihat hukum LKBH FH Unud ini. 

Penegakan hukum untuk mengungkapkan tindak kejahatan ditekankan harus mengikuti perkembangan teknologi modern. Meski tak tercantum dalam ketentuan Pasal 184 KUHP, sekarang alat bukti elektronik sangat penting. 

”Alat bukti baru yang nantinya juga digunakan dalam penegakan hukum di Indonesia, yaitu teleconference. Kesaksian seorang atau lebih saksi di luar negeri melalui teknologi teleconference mulai dipertimbangkan sebagai alat bukti. Ini positif untuk kepentingan penegakan hukum di Indonesia,” jelas Dewa Sekar. 

Khusus kejahatan pornografi yang menggunakan teknologi komunikasi modern yang marak terjadi belakangan ini dapat dijerat melalui pasal kejahatan kesusilaan. Ini termaktub dalam Pasal 281-282 KUHP. Ketentuan ini menggariskan, barang siapa yang sengaja menyebarkan gambar atau tulisan yang melanggar kesusilaan di muka umum dapat dikategorikan melakukan tindak pidana. 

Namun, polisi hanya dapat memroses perkaranya jika ada pengaduan dari orang yang berkepentingan. ”Ini karena orang itu merasa dirugikan,” jelasnya. —put

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: