JUST TRYING TO COLLECT INFORMATION of ZION-CYBERCRIME-FREE EBOOKS

Zionis Yahudi Sumber Bencana

In JEJAK ZION on April 10, 2009 at 6:19 pm

Sabtu, 03 Januari 2009

Oleh : H Syamsuddin Muir Lc MA, Alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir.

Saat ini, dunia sedang mengutuk tindakan Zionis Yahudi yang menyerang masyarakat Islam Palestina. Korban terus bergelimpangan, mencapai ratusan jiwa yang terdiri dari anak-anak, wanita dan orang lanjut usia.
Pertumpahan darah ini tidak akan mereka hentikan, dengan alasan, hendak melumpuhkan kekuatan Hamas. Tindakan di luar perikemanusiaan ini mendapat tantangan, protes dan kutukan dari berbagai bangsa di dunia ini. Penduduk dunia ini menginginkan hidup yang damai, tanpa ada pertumpahan darah. Tapi bagaimana mungkin sebuah kehidupan damai dan aman akan terwujud, apabila negara-negara besar dan kuat menjadi pelindung pertumpahan darah.

Amanat Theodore Herzl

Theodore Herzl menyusun doktrin zionis sejak tahun 1882 di Wina. Dia pula yang mengongkretkan doktrin tersebut secara sistematis. Setelah itu (1897), diadakan kongres Yahudi se-Dunia di Basel, dan antara lain memutuskan akan dibentuknya negara Yahudi yang mengambil tempat di Palestina.

Negeri Palestina merupakan pilihan terakhir sebagai tempat negara Yahudi. Sebelumnya, Herzl memilih antara Afrika, Amerika Selatan, Mozambique, Kongo, Uganda, Argentina, Cyprus dan Sinai. Pemerintah Inggris juga mendukung upaya didirikannya negara Yahudi, sebagaimana yang tertuang dalam “Deklarasi Balfour” (1917).

Sejak saat itu, zionisme yang merupakan gerakan keagamaan semata (Yudaisme), berubah menjadi gerakan politik Yahudi. Dan dengan perjuangan Zionis, Negara Israel pun diproklamasikan pada 14 Mei 1948. Dengan proklamasi ini, cita-cita orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia telah tercapai. Mereka telah melaksanakan amanat Theodore Herzl (1860-1904).

Sebenarnya, para rabi Yahudi di Amerika menentang perjuangan Herzl untuk mendirikan Negara Yahudi. Mereka juga menolak pindah ke Palestina. Ilmuwan Yahudi seperti Albert Einstein, Ahli filsafat Martin Buber, Prof Judah L Magnes juga menolak niatan Herzl mendirikan negara Israel.

Menurut mereka, berdirinya negara Yahudi di Palestina akan mengakibatkan pertikaian dengan penduduk asli (Arab), dan Zionisme akan membangkitkan kecurigaan terhadap orang-orang Yahudi di seluruh dunia. Mereka akan dituduh punya kesetiaan ganda dan kewarganegaraan rangkap.

Dugaan para ilmuan itu ternyata benar, dan Zionis juga menerapkan kebijakan yang rasis-diskriminatif. Buktinya, PBB menyetujui resolusi 3379, antara lain berbunyi “Zionisme adalah bentuk rasisme dan diskriminatif rasial”.

Sumber Bencana

Pembentukan negara Yahudi di tanah Arab Muslim Palestina yang disokong oleh Amerika dan Inggris ini telah membawa malapetaka dan bencana besar bagi umat manusia. Tidak ada lagi kedamaian dan keamanan bagi warga Muslim Palestina. Tanah air para nabi (anbiya’) itu berubah menjadi arena perang, penghancuran dan pembunuhan dalam berbagai tragedi pembantaian terhadap masyarakat sipil.

Pembantaian yang dilakukan Zionis Yahudi di tanah Palestina dan negara sekitarnya, merupakan sejarah hitam yang memenuhi lembaran buku catatan kriminal dunia. Sejarah mencatat pembantaian yang mereka lakukan di Dir Yasin, pembantaian Shabra, pembantaian Syatila yang merenggut nyawa para warga sipil, baik anak-anak maupun orang tua. Dalam sejarah juga tercatat pembunuhan yang mereka lakukan terhadap jamaah Salat Subuh di Masjid Khalil Ibrahim, Palestina.

Sejarah juga mengabadikan kebiadaban Zionis Yahudi dengan melakukan pengeboman yang menewaskan pemimpin Hamas, Syaikh Ahmad Yasin. Dan dalam sejarah juga tertulis kebiadaban Zionis Yahudi membunuh petinggi Hamas, Abdul Aziz al-Rantisy.

Setelah mengumpulkan berbagai fakta sejarah hitam Zionis Yahudi dalam mata rantai pengrusakan, pembunuhan dan peperangan, William G Carr berkesimpulan dalam bukunya Yahud Wara’ Kulli Jarimah, bahwa Zionis Yahudi adalah sumber bencana. Dan berbagai peristiwa besar di dunia ini, seperti Revolusi Perancis, Konspirasi yang bercokol di Amerika dan Rusia, Perang Dunia I dan II, Panggung Pejanjian Versailles, dan lainya, tidak terlepas dari konspirasi Zionis Yahudi.

Tanggapan Al quran

Al Quran juga menyebutkan berbagai penyimpangan dalam sejarah perjalanan hidup Yahudi (Bani Israel). Dan menegaskan, bahwa Yahudi merupakan perancang konspirasi pembunuhan terhadap Nabi Isa AS, dengan melakukan penyaliban. Tapi Allah SWT melumpuhkan konspirasi Yahudi ini, dan menyelamatkan Nabi Isa AS dari tindakan makar pembunuhan itu (al-Nisa’: 157-158).

Sejarah juga mencatat, kaum Yahudi juga merancang konspirasi pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW. Mereka berusaha membunuh Nabi Muhammad SAW pada saat berkecamuknya perang Badar, pada tahun kedua Hijrah. Namun, usaha Yahudi itu gagal. Dan Yahudi meneruskan rencana itu pada saat terjadinya peperangan Khandak, pada tahun kelima Hijrah. Namun Allah SWT menggagalkan konspirasi Yahudi tersebut.

Al Quran juga banyak mengungkapkan sejarah Bani Israel (Yahudi), dan menjelaskan sifat-sifat mereka, mengungkapkan borok kualitas pribadi dan moral yang mereka warisi turun-temurun. Dan sifat-sifat itu telah menjadi karakter abadi mereka. Tanggapan Al Quran ini bisa ditemukan dengan jelas dalam Surah Al-Baqarah, dalam surah Ali Imran, al-Nisa’ dan al-Maidah. Dan tanggapan Al Quran terhadap prilaku Yahudi itu juga terdapat dalam Surah Al-Isra’, yang juga dinamakan dengan Surah Bani Israel.

Al Quran bersikap tegas dalam menanggapi berbagai kerusakan yang dilakukan bangsa Yahudi. Bahkan, Al Quran menjelaskan sifat orang Yahudi itu keras hati, keras kepala, bersifat dengki dan durhaka (Al-Baqarah:74, al-Ma’idah:13). Al Quran juga menyebutkan, bahwa orang Yahudi itu suka melanggar janji (al-Anfal:56).

Kata Al Quran, Bani Israel (Yahudi) juga bersifat sombong dan angkuh, sehingga mereka sanggup mengatakan, mereka adalah orang-orang kaya dan Allah SWT itu adalah miskin (Ali Imran:181). Al Quran juga menyebutkan, Bani Israel (Yahudi) berkeyakinan, bahwa mereka tidak mendapat dosa jika memakan harta orang lain, merampas tanah orang lain, dan merusak kehormatan orang lain. Bahkan mereka beranggapan bahwa selain Yahudi itu adalah masyarakat rendah dan bodoh (Ali Imran:75).

Berdasarkan sifat dan karakter mereka yang telah menyimpang dari pengajaran Nabi Musa AS (Taurat), maka Al Quran pun melaknat Bani Israel, karena mereka tidak mau melarang tindakan mungkar yang dilakukan oleh kaumnya (al-Ma’idah:78-79).

Tindakan Zionis Yahudi terhadap masyarakat Muslim Palestina itu tidak akan pernah berhenti, keamanan dan kedamaian tidak akan pernah lagi dirasakan oleh warga Muslim Timur Tengah, dan khususnya warga Palestina serta negara jiran, selama Zionis Yahudi itu berkuasa di Yerussalem atas perlindungan negara-negara kuasa besar dunia. Dan sifat serta karakter mereka yang tersebut dalam Al Quran itu tidak akan pernah mengalami perubahan hingga dunia ini kiamat.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: