JUST TRYING TO COLLECT INFORMATION of ZION-CYBERCRIME-FREE EBOOKS

Jejak Zionisme di Indonesia

In JEJAK ZION on April 10, 2009 at 7:26 pm

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:u7s8zEzySH6C-M:http://a.abcnews.com/images/US/ht_jerusalem_post_070417_ssh.jpg

Berita ini dikutip dari harian Jerusalem Post, yang terbit di Jerusalem, Israel, 9 Desember 2007, dengan judul Indonesian Peace Delegation Meet With Peres. Berita ini ditulis oleh Greer Fay Cashman. Cashman menyebutkan, walau tidak ada hubungan diplomatic formal antara Indonesia dan Israel, lima anggota Delegasi Perdamain Indonesia menemui Presiden Simon Peres, jum’at 8 desember, di Jerusalem.

Rombongan yayasan LibForAll Indonesia, yang berhaluan Islam Liberalis, itu diterima dengan sangat bersahabat oleh presiden Peres. Di depan Peres, kelimanya mengaku umat Islam Indonesia menolak Hamas (Harakah Al-Muqawamah Al-Islamiyyah) partai nasionalis Palestina yang pro kemerdekaan Palestina, dan lebih menerima kelompok Abbas yang pro Israel, dalam konflik Palestina-Israel.

Saking senangnya, Peres sampai mencopot kippa, topi bundar khas yahudi yang dipakainya, dan memakaikannya ke salah satu tamunya. Sayangnya harian itu hanya menyebut dua nama, Abu ‘Ala (Abdul ‘Ala, salah satu pengurus PBNU) dan Syafiq Mugni (ketua wilayah Muhammadiyah Jawa Timur). Tapi apakah benar mereka berdua pengurus dua organisasi massa itu? Rasanya sangat memilukan kalau benar. Berarti dua organisasi itu sudah disusupi orang beraliran liberal.

Masih menurut Jerusalem Post, perjalanan ini hasil kerja sama antara yayasan Shimon Wiesenthal Center di Israel dan yayasan LibForAll yangberpusat di Amerika (AS). Kunjungan tersebut sempat menjadi berita hangat di sejumlah media massa Islam dunia. Harian Friend of Al-Aqsa yang terbit di London, pada tanggal 8 Desember 2007 menulis, kunjungan itu sungguh memilukan, mengingat Indonesia merupakan negeri muslim mayoritas di dunia. “Dengan kunjungan itu, dunia Islam menderita banyak kerugian, dan hal ini sangat menguntungkan zionis, baik Peres maupun Abbas. Ini benar-benar memalukan!”. Demikian Friend of Al-Aqshamenuliskan.

Pertemuan juga mengundang kecaman dari sebagian kalangan umat Islan di Indonesia. Misalnya SekJen KISPA (Komite Indonesia Untuk Solidaritas Palestina) Ustadz H. Ferry Nur, S.Si., dalam pernyataannya di situs www.eramuslim.com

Herry Nurdi dalam bukunya, Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia, menengarai bahwa di Indonesia gerakan zionis sudah ada pada zaman Presiden Soekarno. Saat itu, katanya kepala Negara mengeluarkan surat keputusan presiden 27 Februari 1961 yang melarang Vrikjmentselaren-Loge (Loji agung Freemasonry), Moral Rearmament Movement, dan Ancient Mystical Order Rosae Crucis (AMORC) aktif di Indonesia. Keppres itu hanya menjelaskan, ketiganya dilarang sebagai organisasi yang punya dasar sumber dari luar Indonesia, yang tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia.

Ini menandakan Zionisme Internasional telah dan terus berupaya menancapkan kukunya di Indonesia dari dulu hingga kini. Meski Keppres itu melarang sekaligus membubarkan perkumpulan tersebut, nyatanya mereka masih gigih bergerilya dengan cara menyusup ke berbagai sector.

 Sumber : – Al Kisah

                 – Berbagai Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: